“Apa Itu Ilmu Informasi?”

Posted: March 8, 2011 in Uncategorized

 

Oleh: Asep Saeful Rohman, S.Sos. – 15/08/2007 – 14:29:42
Kata Kunci: Ilmu Informasi, Kepustakaan

Ilmu Kepustakaan dan Ilmu Informasi
Terkadang, orang salah mengerti. Ilmu informasi dianggap sama dengan ilmu perpustakaan. Meski ada keterkaitan antara keduanya, ilmu informasi merupakan bidang ilmu tersendiri. Ilmu Informasi adalah studi ilmiah menyangkut bagaimana informasi diciptakan, dipancarkan, disandikan, diubah, didapat kembali, diukur, digunakan, dan dihargai. Ilmu Informasi menggabung kepustakaan dengan bidang lain, mencakup ilmu sosial, ilmu komputer, matematika, teknik elektrik, linguistik, manajemen, neuroscience, dan teori sistem informasi.

Ilmuwan Informasi meneliti berbagai fenomena informasi. Mereka mempelajari beragam pertanyaan berikut : Apa dampak informasi pada individu atau sekelompok orang bila informasi itu ditampilkan dalam berbagai format? Bagaimana cara mempublikasikannya, frekwensi kutipan, produktivitas dan keunggulan pengarang yang mempengaruhi keterkaitan literatur dengan subyek tertentu? ( Bidang studi ini dikenal sebagai bibliometrics.) Bagaimana cara manusia dan komputer saling berhubungan? Apa keunggulan cara menelusur/ menemukan kembali informasi dari database online dan Internet?

Para ilmuwan informasi memandang perpustakaan sebagai tempat menyimpan dan memanfaatkan informasi. Ilmuwan informasi mempelajari cara menyimpan dokumen/arsip bersejarah, pusat komunikasi data (seperti: e-mail), atau institusi seperti sekolah dan perusahaan bisnis. Para ahli Informasi bekerja di berbagai tempat seperti pusat kesehatan, perusahaan komputer, universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan bisnis lainnya. Bidang pekerjaan mereka sangat luas, mulai dari mendesain struktur data komputer hingga melakukan pemanfaatan komunikasi interaktif antara komputer dan manusia.

Pendidikan Ilmu Informasi
Program pendidikan ilmu informasi secara khusus meliputi ilmu komputer, teknik elektrik, linguistik, dan matematika. Kebanyakan program akademik dalam ilmu informasi pada suatu perguruan tinggi adalah tingkat sarjana. Tingkat master dalam ilmu informasi diwajibkan mengikuti pelatihan dalam bidang matematika dan teori informasi yang dikombinasikan dengan ketrampilan praktis dalam bidang manajemen dan pemograman komputer. Studi doktoral dalam ilmu informasi meliputi psikologi pemrosesan informasi dalam manusia dan pengambilan keputusan, serta teori organisasi pengetahuan dan pengolahan informasi. Program akademis dalam ilmu informasi juga harus belajar tentang seni, ilmu sosial atau ilmu tentang kehidupan.

Sejarah
Akar ilmu informasi adalah bidang dokumentasi yang muncul ketika komputer dijital mulai dikembangkan sepanjang 1940-an dan awal 1950-an. Selama Perang Dunia II ( 1939-1945) ilmuwan bidang ini banyak dilibatkan dalam peperangan untuk meningkatkan ketepatan dan metode dalam pencarian bibliografis dari jurnal ilmiah. Mereka mengembangkan secara lebih efisien metode pencarian dengan mengubah bentuk penggolongan tradisional, seperti Sistem Klasifikasi Desimal Dewey ke dalam sistem informasi yang lebih cepat dan akurat. Pada tahun 1940-an dan 1950-an ilmuwan pada bidang ini diperkenalkan pada pencarian file terotomasi, teknik pengindeksan yang lebih maju, dan suatu kosakata yang terstandarisasi untuk melakukan pencarian informasi. Mereka kemudian mengembangkan abstrak terotomasi (ringkasan) dari suatu dokumen untuk lebih menyederhanakan akses ke temuan riset.

Pada tahun 1960-an anggota dari para peneliti, ahli hukum, dan komunitas pebisnis membuat penggunaan yang lebih luas dari sistem informasi terkomputerisasi terbaru dan lebih efisien. Sebagai contoh, para pengacara mentransfer banyak koleksi dari dokumen tercetak mereka ke dalam database komputer sehingga mereka dapat melakukan pencarian dengan cepat dan teliti dengan menggunakan komputer. Pada tahun 1980-an, hampir semua profesional dan para akademisi sangat tergantung pada sistem informasi terkomputerisasi untuk melaksanakan suatu tugas yang lebih luas. Sebagai hasilnya, ilmu informasi telah menjadi suatu disiplin ilmu yang menyeluruh, menggunakan berbagai bidang ilmu yang berbeda seperti ilmu komputer, linguistik, dan sosiologi.

Artificial Intelligence
Sejak tahun 1960-an, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi fokus utama dalam penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan informasi. AI merupakan mesin yang mampu menirukan pikiran dan sikap manusia. Dengan memanfaatkan hasil temuan pada penelitian ilmu informasi, para ahli telah membuat mesin AI yang mampu memahami bahasa lisan dan dapat membuat keputusan secara logis. Mesin tersebut dapat menunjukkan beberapa fungsi seperti bermain catur, menemukan strategi penanaman modal, atau membantu ahli fisika dalam mendiagnosa penyakit. Pada tahun 1990-an para ahli informasi mengembangkan program komputer AI yang bisa membuat orang awam dapat menelusur informasi dengan kemampuan bahasa mereka sendiri dalam sebuah database yang menggunakan bahasa pemograman yang sangat komplek. Hal ini memungkinkan setiap orang untuk mencari informasi – seperti data bisnis atau rekaman medis – dimana sebelumnya hanya beberapa komputer yang canggih saja yang dapat menelusurnya.

Tantangan Masa Depan
Para ilmuwan/ahli informasi bekerja dengan cara-cara yang lebih baik dalam mengelola database dengan kemampuan yang sangat besar yang berisi tidak hanya teks, tetapi juga data numerik, suara, dan juga mengatur film, dan gambar tiga dimensi. Tantangan utama para ilmuwan/ahli informasi adalah pada bagaimana memperbesar kemampuan sistem akses informasi sehingga dapat mempermudah orang awam untuk lebih memahami dan dapat memanfaatkannya. Para ilmuwan/ahli informasi juga harus bekerja untuk dapat lebih memahami bagaimana proses berpikir manusia.

Bibliografi :
Branscomb, Anne Wells. Who Owns Information? From Privacy to Public Access. asic Books, 1995. Drawing on 11 case studies, a communications lawyer addresses the ramifications of the ownership of medical records, telephone numbers, personal names, culture, computer software, and more.

Gates, Jean Key. Introduction to Librarianship. 3rd ed. Neal-Schuman, 1990. This classic work covers the fundamental elements of librarianship.

Lewis-Guodo Liu. The Internet and Library and Information Services: Issues, Trends, and Annotated Bibliography 1994-1995. Greenwood, 1996.

McCook, Kathleen de la Peña, and Margaret Myers. Opportunities in Library and Information Science Careers. VGM Career Horizons, 1996. Describes the field, education requirements, employment outlooks, career advancement potential, and salaries.

American Library Association, comp. Information for a New Age: Redefining the Librarian. Libraries Unlimited, 1995. The role of a librarian and of bibliographic instruction.

Sandy Whiteley, ed. The American Library Association Guide to Information Access: A Complete Research Handbook and Directory. Random House, 1994. Comprehensive resource of more than 3,000 standard print and electronic information sources. Organized by popular research areas and includes advice on the latest research tools and techniques.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s