PERT dan CPM

Posted: March 8, 2011 in Uncategorized

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

Disusun Oleh :

Nama / NPM  :        1. Fadjar Maulana            /    31409795

2.                                      /    35409773

3. M Nurhadi S                /    35409773

Kelompok       :       9 (sembilan)

Hari / Shift      :       senin / 3

Modul             :       CPM / PERT

Nilai                :

Paraf                :

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI DASAR

JURUSAN TEKNIK  INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2010

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1      Inventarisasi Kegiatan

Apa yang pertama kita lakukan apabila kita ditugaskan menyusun jaringan kerja suatu proyek agar proyek tersebut berasil dibangan dan diketahui lamanya perkerjaan proyek bersangkutan ?

Hal yang perlu diketahui sebelum membuat jaringan kerja tentunya harus diidentifikasikan dan diinventariskan lebih dahulu jumlah dam jenis kegiatan yang terdapat didalam ssuatu proyek yang akan dibuat. Contoh yang mudah dipahami, misalnya apabila seseorang akan mendirikan proyek bangunan beberapa gedung. Kegiatannya antara lain mengukur tanah, mematok sesuai dengan deesaindasar calon bangunan, memasang tali antar patok secara lengkap, menggali tanah untuk pondasi bangunan, membuat pondasi bangunan, memasang sloup balok beton  agar dindingnya tidak mudah retak karena pondasi patah, memasang bata untuk dinding bangunan sampai selesai, membuat sloup balok beton, memasang rangka atap, dan seterusnya hingga terjadinya rumah. Selanjutnya diurutkan kegiatan nama yang lebih dahulu dan kegiatan berikutnya, dan jangn lupa menggunakan symbol-simbol yang digunakan di bawah ini merupakan ssimbol-simbol yang digunakan  ( Suryadi, 2007)

: lingkaran adalah awal kgiatan

: tanda anak panah adalah kegiatan

Gambar 2.1.  Simbol kegiatan

2.2      Pengertian

CPM atau Critical part method dalam bahasa Indonesia berarti metode jalur biaya sebuah proyek. Model ini dikembangkan olehperusahaan Du pont pada tahun 1957 untuk pembangunan pabrik kimia.

Meskipun dikembangkan pada saat yang hampir bersamaan dengan perkambangan PERT, namun model CPM ini pada mulanya dikembangkan secara terpisah dari model PERT. Mereka dikembangkan oleh dua lembaga atau organisasi yang berbeda. Bahkan sejak awal kedua model tersebut telah berbeda dalam hal tujuan.

PERT pada awalnya didisain untuk industri yang menghasilkan produk tidak standar dan mengalami perubahan teknologi yang cepat sekali, seperti industri pertahanan dan ruang angkasa, sehingga masalah ketidakpastiaan dalam penyelesaian. (Siswanto, 2007)

Analisis jaringan kegiatan, dan peristiwa atau disingkat analisis jaringan kerja adalah istilahumum yang meliputi berbagai metode perencanaan proyek yang diantaranya, yang paling terkenal adalah PERT dua sestem ini dikembangkan di  Amerika serikat untuk proyek-proyek sekala besar dalam bidang pertahanan.              ( E. jasjfi, 1994)

2.3      PERT dan CPM

CPM adalah model menejemen proyek yang mengutamakan biaya sebagai objek yang dianalisis. Persoalan pokok yang menjadi perhatian model ini adalah,

  1. Berapa besar biaya untuk menyelesaikan sebuah proyek bila waktu penyelesaian normal.
  2. Biar waktu panyelesaian suatu proyek harus dipercepat maka berapa besar biayanya dan kegiatan mana yang harus dipercepat agar biaya percepatan total minimum.

Dengan demikian  ada dua kondisi yang dioperasi oleh model CPM, model tersebut adalah,

  1. Kondisi penyelasain proyek secara normal
  2. Kondisi penyelesain proyek yang dipercepat.

Gambar 2.2.  rumus kurva

Perhitungan ini dilakukan untuk setiap kegiatan dalam jaringan kerja dan hasilnya digunakan untuk meramalkan kemungkinan apakah proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang direncanakan atau tidak. bila jaringan berisi lebih dari seratus kegiatan yang terpisah, maka penggunaan kpomputer sangat dibutuhkan. Dengan demikian kita tidak perlu melakukan perhitungan yang menjemuhkan, dan hasilnyapun  bias didapat dengan segera sehingga kita dapat melakukan kegiatan yang diperlukan.

Diantara para ahli banyak pula yang tidak dapat menerima asumsi bahwa kurva distribusi normal, dapat dipakai distribusi normal dapat dipakai peramalan tebaran taksiran kesalahan. Sudah umum diketahui bahwa taksiran pada umumnya cenderung optimis dan bukan pesimis

Gambar 2.3.  rumus stndar kurva

Dari dua macam kondisi yang di obsevasi itu model ini menurunkan empat macam parameter, parameter tersebut adalah,

  1. Waktu penyelesaian normal
  2. Biaya penyelesain normal
  3. Waktu penyelesain dipercepat
  4. Biaya penyelesaian yang dipercepat

Bila waktu penyelesaian suatu kegiatan normal maka biaya langsung yang terlibat dalam penyelesaian kegiatan itu dikategorikan sebagai biaya normal.

Pert singkatan dari project evalotion and review technique atau teknik evaluasi dan tinjau ulang dari proyek. PERT pertama-tama dikembangkan oleh angkatan laut AS bersama-sama perusahaan konsultan untuk program ICBM seperti dijelaskan di atas.

Pengertian perencanaan disini adalah merinci (mengindentivikasikan atau menginventarisasikan) proyek kedalm berjenis-jenis kegiatan (activities) kemudiaan setiap kegiatan dihitung waktu perkerjaannya secara cermat, lalu seluruh kegiatan dihubungkan satu sama yang lain berurutan dan berkesinambungan sehingga membentuk gambar seperti jaringan. Jaringan ini disebut jaringan kerja, kita memperoleh pula suatu gambar waktu dari awal hingga akhir suatu proyek.

Tentu saja termasuk didalamnya hubungan antar kegiatan yang saling berkaitan sehingga proyek tersebut diketahui titik awal dan titik akhir akhirnya dari jaringan kerja tersebut setiap untaian kegiatan dari titik awal sampai titik akhir yang waktu paling lama disebut jalur kritis.( Suryadi, 2001)

Menurut beberapa kalangan pengolahan dengang computer lebih ekonamis untuk jaringan pendahuluan, daripada untuk CPA atau PERT. Biasanya notasi pendahulu tidak menggunakan kegiatan semu dan jumlah kegiatan dalam jaringannya pun lebih sediki. Hal ini mempunyai arti masukan komputerlebih sedikit pula.             ( E. jasjfi, 1994)

2.4      Cara Menghutung Jalur Kritis

Dalam menghitung jalur kritis CPM terdapat dua cara, caara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dari depan (forward pass) yakini dimulai dari titik awal ditelusuri ampai titik akhir. Setiap titik yang dilewati dihitung dengan menjumlahkan angka-angkanya ditaruh kedalam kotak.
  2. Dari belakang, yakni dihitung dari belakan ditelusuri sampai ke depan, lalu setiap titik yang dilewati dihitung. Angka-angkanya ditaruh kedalam segitiga.

(Suryadi, 2001)

+

DAFTAR PUSTAKA

Locok, Dennis. 2001. Manajemen Proyek. Edisi III. Jakarta: Erlangga.

Hasan, M. Iqbal. 2008. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif). Edisi II. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s