Sudut pandang HAM mengenai kasus Ahmadiyah

Posted: March 8, 2011 in Uncategorized

FADJAR MAULANA

36409026

2 ID 03

Sudut pandang HAM mengenai kasus Ahmadiyah

Seperti  dinyatakan diatas, HAM atau hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri seseorang sejak dalam kandungan. Hak ini tidak dapat diganggu gugat karena telah secara jelas diatur oleh undang-undang. Misalnya saja hak untuk hidup, hak untuk bebas dari diskriminasi, hak personal, hak memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing serta masih ada sederet daftar hak lainnya yang termasuk ke dalam hak asasi manusia.

Dalam kasus jamaah Ahmadiyah yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat, banyak isu yang menyatakan terjadinya pelanggaran HAM terhadap jamaah Ahmadiyah. Sebaliknya menurut saya, penyerangan yang dilakukan warga kepada jamaah Ahmadiyah lebih disebabkan karena pelanggaran SKB yang sering dilakukan oleh jamaah Ahmadiyah itu sendiri.

Dalam SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah,

Poin 1 tertulis, memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.

Ini pelanggaran pertamanya. Agama Islam memiliki rukun iman dan rukun islam. Diantara keduanya terdapat perintah untuk mengerjakan sholat 5 waktu, berpuasa dan beriman kepada para Rasul dan Nabi utusan Allah SWT. Agama Islam memerintahkan umat-Nya untuk sholat dan berpuasa, sedangkan aliran Ahmadiyah membolehkan jemaahnya untuk boleh tidak sholat dan tidak berpuasa wajib. Hal lainnya adalah, Islam mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir utusan Allah, sedangkan Ahmadiyah mengaku adanya Nabi setelah Nabi Muhammad.

Poin kedua, memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Poin ketiga, Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.

Ini pelanggaran kedua menurut saya. Dalam poin kedua dan ketiga dengan jelas tertulis bahwa Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) diminta menghentikan kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam secara umum dan bagi anggota atau pengurus yang tidak mengindahkan peringatan, akan mendapatkan sanksi sesuai undang-undang.

Kenyataannya, JAI justru semakin berani melakukan kegiatan-kegiatan menyimpang di lingkungannya, dimana dalam lingkungan tersebut terdapat warga beragama Islam yang merasa resah karena hadirnya aliran sesat di lingkungan mereka. Hal ini yang justru menjadi boomerang bagi aliran Ahmadiyah itu sendiri. Seperti membangunkan macan yang sedang tidur.

Perlu dipahami bahwa meskipun kebebasan Beragama dan Berkeyakinan  merupakan bagian pokok dari prinsip HAM, namun kebebasan beragama dan berkeyakinan mempunyai batasan dalam 4 hal yaitu : Ketertiban Umum, Kesusilaan, Agama dan Hukum (Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 Jo. Pasal 70 UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM). Sehingga adanya protes dari warga terhadap kegiatan JAI yang sudah jelas menyimpang, tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

Tidak ada satu agamapun yang dapat menerima perusakan atau penodaan terhadap ajarannya. Termasuk agama islam yang merasa ajarannya telah dirusak dan dinodai oleh ajaran Ahmadiyah. Umat Islam mempunyai hak untuk membela, memelihara, menjaga, dan mempertahankan kesucian agamanya agar tidak rusak begitu saja hanya untuk dijadikan penyelesaian dari sebuah kasus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s