Analisis Mengenai Fenomena Remaja “Alay”

Posted: January 21, 2013 in Uncategorized

Fadjar Maulana

36409026

4ID03

 

Analisis Mengenai Fenomena Remaja “Alay”

Latar Belakang

Dunia semakin berkembang seiring perkembangan zaman yang semakin ter-modernisasi. Begitu pula modernisasi yang terjadi di kalangan remaja usia 12-17 tahun. Menjamurnya acara-acara musik yang ditayangkan live di layar kaca setiap pagi, memunculkan satu fenomena yang cukup menarik perhatian, yaitu hadirnya kalangan remaja alay. Remaja yang menonton acara musik tersebut yang berpakaian serba berlebihan dengan warna dan aksesoris mencolok, juga dengan gaya-gaya gemulai seringkali disebut “Alay”. Namun sebelumnya, apa itu definisi alay?

Definisi Remaja Alay

Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. “Alay” merupakan singkatan dari “anak layangan”, istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan, selain itu alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan dan selalu berusaha menarik perhatian. Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup, dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Bahasa alay atau yang biasa disebut sebagai bahasa “anak layangan“ merupakan bahasa yang sering dipakai anak muda masa kini. Sebenarnya penggunaan kata anak muda saat ini dirasa kurang pas karena penggunaan bahasa alay ini marak dipopulerkan oleh anak-anak ABG (anak baru gede) seumuran SMP maupun SMU yang masih dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.

 

Anak ABG selalu berhasil menciptakan sebuah image baru mengenai dirinya walaupun hal tersebut banyak menabrak rambu-rambu yang telah ada, tidak terkecuali dengan bahasa alay ini yang menggabungkan huruf dengan angka, memperpanjang atau memperpendek pemakaian huruf atau memvariasi huruf besar dan kecil membentuk sebuah kata dan kalimat. Bagi kita yang masih berinteraksi dengan anak-anak ABG (baca = alay) tersebut, tentunya akan sangat menyusahkan bila mereka menuliskan pesan (SMS/email misalnya) kepada kita, tak jarang kita tidak akan tahu apa maksudnya.

Ciri – ciri remaja ‘Alay’:

  1. Menggabungkan huruf besar dan huruf kecil ketika mengetik.
  2. Menggabungkan huruf dan angka ketika mengirim sms
  3. Menyalahgunakan EYD yang baik dan benar
  4. Menggunakan nama palsu yang terlalu panjang di akun media sosial
  5. Display name BBM tidak menggunakan nama asli dan terlalu banyak hiasan pada namanya
  6. Tulisannya sulit dimengerti dan hanya mereka yang tahu makna dan maksudnya
  7. Menggunakan aksesoris yang berlebihan
  8. Sangat mengikuti perkembangan sinetron remaja dan cenderung mengadopsi perilaku pemain sinetron tersebut
  9. Menggunakan bahasa-bahasa dari sinetron remaja yang sedang popular saat ini

Seringkali keberadaan mereka dianggap menggangu karena penampilannya yang terlalu heboh dan “tak biasa”, namun sebenarnya mereka mempunyai hak yang sama untuk diakui keberadaannya. Keberadaan mereka harus dihormati dan dihargai selama mereka tidak merusak dan mengganggu masyarakat lain yang ada di sekitar lingkungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s